Kamis, 30 Agustus 2018

(#2019GANTIPRESIDEN) Kebebasan Berpendapat atau Makar?

0

TAGAR (#2019GANTIPRESIDEN)
KEBEBASAN BERPENDAPAT ATAU MAKAR?
OLEH: RIZA FAHLEVI

Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan persoalan penolakan terhadap deklarasi #2019gantipresiden. Beberapa organisasi masyarakat menolak terhadap adanya deklarasi tersebut, sehingga dibeberapa tempat terjadi percekcokkan antara yang Pro terhadap tagar #2019gantipresiden dan Kontra tagar #2019gantipresiden.
Persoalan yang membuat semakin keruh ialah terlibatnya Polisi dan Badan Intelijen Negara(BIN) turun tangan dalam pembubaran massa dan pemulangan tokoh-tokoh aktivis #2019gantipresiden. Serta pemerintah menganggap deklarasi dari tagar #2019gantipresiden adalah suatu upaya makar. Lalu, apakah benar tagar #2019gantipresiden adalah makar?
Menurut pasal 104 KUHP yang dimaksud dengan Makar adalah “makar (aanslag) dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah.” Dalam pasal 106 KUHP “makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah Negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan sebagian dari wilayah Negara.” Kemudian istilah makar juga dijelaskan dalam pasal 107 ayat (1) KUHP, “Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah.” Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwasanya makar merupakan upaya untuk menggulingkan Presiden dan Wakil Presiden (pemerintah) dengan cara kekerasan atau penyerangan secara langsung terhadap pemerintah, atau niat hendak menaklukkan daerah Negara sama sekali atau sebagiannya kebawah pemerintahan asing atau dengan maksud memisahkan sebahagian dari daerah itu.
Dalam konteks deklarasi tagar #2019gantipresiden apakah ada unsur-unsur yang dimaksud dari pasal tersebut untuk dikatakan upaya Makar? Tentu tidak. Karena tidak ada satupun unsur yang dapat menyebabkan tagar tersebut dikatakan makar. Dalam konteks demokrasi tagar tersebut merupakan bagian dari kebebasan rakyat dalam berpendapat, yang menginginkan adanya rotasi kekuasaan pada saat pemilu di 2019 nanti. Bawaslu juga sudah menyampaikan bahwa tagar #2019gantipresiden bukanlah kampanye. Di tempat lain ada yang mendeklarasikan dukungan dengan tagar #2019TetapJokowi namun tidak ada penolakan atau pembubaran massa yang dilakukan oleh aparatur pemerintah.
Di lain tempat pengamat politik Rocky Gerung dan aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet dilarang oleh pihak kepolisian mengadakan diskusi karena beberapa organisasi masyarakat menolak terlaksananya diskusi tersebut karena dianggap memprovokasi dan menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat.
Tagar dilarang, diskusi dilarang, berpendapat dilarang, lalu dimana letak kebebasan di negeri ini? Tentu itu menjadi pertanyaan kita hari-hari ini. Pada dasarnya Kebebasan warga Negara dalam menyampaikan pendapat dilindungi oleh Negara, karena itu merupakan amanat dari Undang-Undang. Didalam UUD 1945 pasal 28E ayat (2) dan ayat (3) menjelaskan bahwasanya: (2) setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya, (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelarangan dalam menyampaikan pikiran dan pendapat bertentangan dengan UUD 1945.
Apa yang terjadi hari-hari ini merupakan kegagalan pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, gagal merawat akal sehat publik, tidak mampu mengedukasi rakyat dengan baik, sehingga timbul gejolak ditengah masyarakat yang berdampak buruk untuk demokrasi. Dalam tahun politik seperti ini rakyat tentunya menginginkan pemerintah untuk lebih adil dan netral dalam melaksanakan suatu kebijakan, bukan malah memperkeruh keadaan. Agar ada edukasi politik yang baik kepada masyarakat.
Albert Camus seorang Filsuf Perancis mengatakan “Kebebasan itu bukan hadiah dari Negara. Tapi hak yang musti diperjuangkan setiap hari oleh setiap orang, dengan cara sendiri dan usaha bersama.”
Salam damai..

(Riza Fahlevi. 2018)

Author Image

About Fahlevinisme.blogspot.com
Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

Tidak ada komentar:

Posting Komentar