Rabu, 06 Februari 2019

Diary Sunyi #1

0

Bingung mau nulis apa..

Banyak yang sebenarnya ingin ku curahkan dalam tulisan, tetapi aku tak tau apa yang ingin ku tuliskan. Aku hanya bisa diam, di depan laptop pinjaman miliknya si Amin, menatap layar dan halaman putih pada windows 2010, ditemani lagu sendu dari payung teduh.

Ah.. di kepalaku ribuan kata yang ingin ku curahkan lewat tulisan, seperti memory klise yang memutar tiap kejadian yang terjadi, tanpa henti. Dalam hati seperti ada perasaan yang berkecamuk, di satu sisi ada gejolak ingin meluapkan semuanya, semua perih, sedih, derita dan air mata. Tapi jauh dalam relung hati seperti ada bisikan, tak perlu kau lampiaskan pada apapun, tidak perlu kau ceritakan tentang apapun, simpanlah sendiri di dalam hati, tak perlu siapapun mengetahui. --Hidup kadang memang begitu tidak perlu kita menceritakan apapun, karena tidak semua apa yang kita rasakan bisa kita katakan, tidak semua yang kita alami bisa kita ceritakan. Cukup disimpan dalam hati kita, itu justru lebih baik. Karena rumus dari hidup ini adalah SABAR HATI. Sesederhana itu..

Kau tak perlu menyalahkan dan berkecil hati kalau pada kenyataannya kisahmu tidak jauh lebih baik dari kisah-kisah yang kau baca dalam novel, buku-buku, dongeng-dongeng dan legenda. Karena yang membuat alur ceritamu adalah Dia, sutradara terbaik sealam semesta.

Setiap kita memiliki cerita sendiri yang telah ditetapkan oleh pemilik skenario terbaik, oleh yang maha sutradara, melawan ketetapan-Nya itu justru merusak cerita itu sendiri. Kita hanya perlu memasrahkan semua pada-Nya, kita pertaruhkan semuanya pada ketetapan-Nya, karena ketahuilah apapun yang telah menjadi ketetapan-Nya itu adalah yang terbaik.

Ditempat aku menulis saat ini tiba-tiba aku teringat sesuatu..
“Ssstt.. tunggu sebentar. Kataku”
“Kenapa? Tanya kawan disebelahku.”
“Aku lupa. Kataku.”
“Lupa apa? Jawabnya.”
“Lupa kalau aku sedang bingung.”
“Bingung, kenapa? Tanyanya lagi.”
“Ya lupa kalau aku sedang bingung ga tau mau nulis apa. Jawabku.”
“Lah.. terus yang lu tulis di atas apaan? Tanyanya (dengan wajah kesal).”
“Ga tau ih, akunya juga bingung. Imbuhku (dengan wajah datar)”
“Dasar sii anying.. (balas dia dengan wajah auto kesal kuadrat).”
Begitulah persahabatan, kekesalan yang akan selalu mengeratkan.

Dan kehidupanpun sama seperti itu, kehidupan adalah tempat dari aneka macam kemungkinan, cocok untuk yang siap. Kita hanya perlu menikmati yang terjadi sambil meminum kopi, dengan begitu tak perlu ada yang kita cemaskan secara berlebihan. Tuhan maha besar, begitulah adanya, kita hanya perlu bersyukur telah diciptakan dan dilahirkan ke muka bumi ini. Dan di dalam kehidupan kampus yang sedang kita jalani kita selalu berada pada dua keadaan. Kalau di kampus, mendapat pelajaran dulu, baru kemudian ujian. Sedangkan dalam kehidupan, ujian dulu, baru mendapat pelajaran. Ah.. entahlah

Kemudian, sia-sia kata-kata. Kita pernah senang. Mari lagi. Kita mulai..

(Riza Fahlevi. Di Bumi. 2019 Masehi)

Author Image

About Fahlevinisme.blogspot.com
Soratemplates is a blogger resources site is a provider of high quality blogger template with premium looking layout and robust design

Tidak ada komentar:

Posting Komentar